Sabtu, 10 Desember 2016

Cuma Sehari, 2,5 Quintillion Byte Tercipta di Seluruh Dunia



California - Siapa sangka kalau produksi data di dunia sedemikian masifnya. Dalam sehari saja, bisa ada 2,5 quintillion byte data yang tercipta dari seluruh dunia.

Mungkin banyak yang bertanya-tanya apa itu quintillion? Saking besarnya jumlah data yang tercipta dalam sehari, format hitungan yang ada saat ini saja sampai tidak bisa menampungnya. Quintillion posisinya dua tingkat di atas triliun. Sedangkan yang ada di tengah-tengah quintillion dan triliun adalah quadrillion.


Ya, siapa sangka kalau dalam sehari bisa tercipta hingga 2,5 quintillion byte data. Tapi angka itu memang gabungan dari banyak sektor di seluruh dunia, jadi seharusnya tak begitu mengherankan.

Menarik ketika jumlah data tersebut dirinci hanya spesifik menghitung aktivitas media sosial, email dan pencarian Google. Email menempati posisi teratas yang paling boros dari ketiga komponen. Dalam sehari tercatat ada sekitar 205 miliar byte email yang tercipta.

Kemudian di posisi kedua adalah pencarian Google. Aktivitas mesin pencarian raksasa internet itu mencetak hingga 6 miliar byte data tiap harinya. Yang kemudian disusul oleh Facebook, ada 4,3 miliar byte data yang dibuat pengguna media sosial paling populer ini per hari.

Posisi selanjutnya ada Instagram, dengan dominasi foto tak mengejutkan kalau Instagram mampu menghasilkan 3,6 miliar byte data setiap hari. Diikuti kemudian oleh Twitter. Meski kebanyakan berupa teks, Twitter sukses menimbun data sebesar 500 juta byte dalam sehari.

Tak disangka YouTube yang kontennya video malah mengisi posisi paling buncit. Walau tak bisa dibilang kecil, layanan berbagi video ini mencetak setidaknya 4 juta byte data sepanjang hari.

Sumber penciptaan data lainnya tak disebutkan. Namun kontribusi yang tak kalah besar sepertinya juga banyak berasal dari segmen korporasi. Terutama yang sekelas multinasional atau global.

Sumber : https://inet.detik.com/read/2016/12/10/100719/3367959/317/cuma-sehari-25-quintillion-byte-tercipta-di-seluruh-dunia?i992202105